[ARTIKEL] Guru-guru ini Dijebloskan ke Penjara oleh Muridnya, Apakah HAM Wajib Ditegakan?


Profesi menjadi seorang guru tentu mempunyai beban moral tersendiri. Ditangan seorang gurulah, sikap dan karakter generasi penerus bangsa ditentukan baik buruknya. Karena beban moral itulah, guru harus mempunyai aturan agar dapat mendisiplinkan siswa. Namun, tindakan menegakkan aturan justru seringkali menjadi bumerang untuk guru itu sendiri.

Guru Dipenjara Tidak selamanya niat baik guru disambut pihak lain, termasuk orang tua. Banyak orang tua yang justru tidak paham dengan niat baik sang guru untuk mendidik anaknya menjadi lebih baik. Bahkan, saat ini banyak orang tua yang tidak lagi ragu mengambil jalur hukum jika anak mereka dihukum oleh guru, tanpa peduli anaknya salah atau tidak

Deretan kasus berikut ini adalah beberapa contoh nasib guru yang berakhir di jeruji besi karena murid-muridnya:

  • Kasus guru potong rambut siswa Nasib Mubazir akhirnya berakhir dipenjara setelah mencukur rabut muridnya. Padahal hal itu wajar dilakukan jika rambut siswa dinilai gondrong dan tidak sesuai aturan. Ketika penertiban sekolah dilakukan, salah satu siswa, Saharuddin, menolak dipotong karena akan memotong sendiri rambutnya. Namun, hampir seminggu, rambut Saharuddin masih panjang sehingga Mubazir memotongnya secara paksa. Guru olahraga SMAN 2 Sinjai Selatan, Sulawesi Selatan ini dilaporkan oleh orang tua Saharuddin, yang bernama Arifin-Najmiah ke polisi karena tidak terima dengan perlakuannya tersebut.
  • Kasus mencubit siswa Bu Nurmayani harus menjalani waktunya di penjara setelah mencubit salah seorang siswanya di SMPN 1 Bantaeng. Kasus bermula ketika siswanya bermain kejar-kejaran dan siram-menyiram menggunakan sisa air pel. Siraman tersebut mengenai Bu Nurmayani, sehingga ia langsung menggiringnya ke ruang BK dan mencubitnya. Tidka terima dengan perlakuannya, orangtua murid yang juga seorang polisi melaporkannya ke kepolisian.
  • Kasus Menempeleng Siswa Keributan yang dibuat siswa saat waktunya salat, membuat Muh Arsal menempeleng siswanya. Guru SMPN 3 Benteng di Kabupaten Selayar ini akhirnya dilaporkan orangtua murid yang tidak terima dengan tindakannya. Wali murid tersebut bersikukuh tidak mau memaafkan perlakuan sang guru dan menolak berdamai. Akhirnya, kasus ini berlanjut ke persidangan.

Comments