[WIKI] Fondasi Ilmu Fisika Dalam Wahana Roller Coaster


Roller coaster atau permainan kereta luncur dengan kecepatan tinggi, hampir selalu jadi magnet perhatian di setiap taman bermain. Siapa sangka dibalik permainan pemacu adrenalin ini, ada cerita sejarah yang menarik.

Konsep permainan roller coaster ternyata dicetuskan oleh sekelompok warga Rusia yang ingin membuat sebuah wahana permainan di musim dingin sekitar abad ke-16. Mereka membuat kereta dengan lintasan berupa jalur seluncur es, sehingga pada saat itu permainan ini hanya dapat dilakukan saat musim dingin.

Namun karena Ratu Catherine II begitu menyukai permainan ini, akhirnya permainan kereta luncur tersebut dikembangkan dengan menggunakan roda agar dapat dinikmati juga di musim panas.

Wahana roller coaster yang lebih megah kemudian dibangun di atas bukit es sekitar Saint Petersburg pada tahun 1784. Permainan ini pun segera populer di warga kalangan atas Rusia. Bahkan pada saat Rusia berperang dengan Prancis, pasukan Napoleon menyukai permainan ini hingga akhirnya mereka membawa ide permainan ini ke negara asalnya.

Pada tahun 1812, dua fasilitas roller coaster dibangun sekaligus di Prancis. Satu fasilitas roller coaster di Belleville diberi nama Les Montages Russes yang berarti Gunung Rusia dan satu lagi fasilitas roller coaster dibangun di Taman Beajon Paris bernama Promandes Aeriennes. Kereta luncur dari kayu ini sudah dilengkapi dengan lintasan besi yang cukup panjang dan dapat meluncur dengan kecepatan 30 km/jam.

Meski perkembangan awalnya berasal dari Eropa, tetapi yang mendapatkan gelar sebagai bapak roller coaster dunia adalah La Marcus Thompson, seorang ilmuwan asal Amerika Serikat. Ahli mekanika sekaligus pengusaha ini membuat roller coaster pertamanya pada tahun 1884. Diberi nama Switchback Railway, kereta luncur pertama untuk tujuan komersil ini dibuka di Coney island Brooklyn, New York.

Permainan roller coaster diciptakan dengan memanfaatkan fenomena dalam hukum fisika, seperti energi potensial, energi kinetik, dinamika, gaya gravitasi, kekekalan energi, dan gaya sentripetal. Berbeda dengan roller coaster di Eropa dengan lintasan cenderung lurus dan cukup panjang, lintasan roller coaster buatan Thompson dibuat melingkar seperti angka delapan.

Sejak karya roller coaster pertamanya dipatenkan pada tahun 1886, Thompson terus berinovasi dengan membuat berbagai lintasan roller coaster seperti lintasan yang dapat naik turun dengan ketinggian berbeda, lebih menantang, dalam skala lebih besar, namun tetap memperhatikan aspek keamanannya.

Hingga kini, roller coaster pun terus berkembang dan jadi wahana menarik yang ditawarkan di setiap taman rekareasi. Hingga tahun 1920, Thompson memiliki 30 hak paten untuk berbagai inovasi roller coaster. Berkat jasanya, sekarang kita bisa menikmati banyak versi roller coaster yang menantang.

Comments