[INFO] 5 Mitos Tentang Mencerdaskan Bayi


Dalam upaya membesarkan anak yang cerdas dan sukses, orang tua akan mencoba segala hal. Vitamin, mainan, hingga mengubah rutin. Anda mungkin termasuk yang pernah mendengar ada cara-cara tertentu untuk melatih otak bayi agar tumbuh lebih cerdas. Namun penting untuk diketahui bahwa banyak dari cara-cara tersebut yang tak lain hanya sekadar mitos belaka. Apa saja?

Permainan puzzle

Katanya mainan puzzle warna-warni berbagai bentuk dapat melatih otak bayi, membuatnya lebih cerdas. Lagi-lagi itu hanya mitos. Mainan warna-warni memang cenderung menarik perhatian bayi lebih lama daripada mainan yang kurang berwarna.

Namun sekadar menarik perhatiannya lebih lama tidak berhubungan dengan kecerdasannya. Apalagi jika Anda berpikir bisa sampai memengaruhi kelak ia akan duduk di bangku kuliah kampus ternama.

Membaca untuk bayi membuatnya lebih cerdas

Memang benar bahwa menurut penelitian bayi dapat mendengar suara ibunya dalam kandungan. Bayi mulai menyerap bahasa ibunya dalam 10 pekan terakhir masa kehamilan. Namun bukan berarti membacakan karya sastra legendaris untuk bayi dalam kandungan akan membuatnya terlahir lebih cerdas.

Anda boleh dan bisa membacakannya apa saja, namun itu hanya akan memperkenalkannya pada suara dan bahasa yang Anda gunakan sehari-hari. Apa yang Anda bacakan tidak berhubungan dengan tingkat IQ-nya.

Mengajaknya bicara

Hasil riset Betty Hart dan Todd Risley yang bertajuk gap 30 juta kata kerap dibahas sejak lama. Hasil riset tersebut membuat banyak orang tua berpikir harus lebih sering mengajak anak bicara.

Padahal, mengajak bayi atau anak berinteraksi secara verbal anehnya tidak memengaruhi perkembangan kosakata mereka. Apakah mengajak mereka lebih sering bicara adalah jaminan mereka akan jadi murid pintar di sekolah? Bisa ya bisa tidak.

Memperdengarkan musik

Katanya, bayi bisa lebih cerdas jika sering mendengar musik klasik. Padahal itu mitos belaka. Memang, mendengarkan musik klasik terbukti menunjukkan dampak baik pada fungsi otak. Namun ini berlaku bagi tikus, bukan bayi.

Memperdengarkan musik klasik untuk bayi Anda memang tak ada salahnya. Bisa jadi ia ikut menikmati, dalam kesempatan tertentu bahkan mungkin dapat membantu menenangkannya. Namun musik klasik tidak membuat bayi Anda lebih cerdas.

Tontonan edukasi

Kini banyak sekali tontonan baik di televisi maupun saluran seperti YouTube yang menawarkan program-program sarat edukasi untuk bayi dan anak-anak. Benarkah tontonan tersebut dapat memicu perkembangan otak mereka?

"Bayi memerlukan interaksi tatap muka untuk belajar," kata Dr. Vic Starsburger, profesor kedokteran anak di University of New Mexico School of Medicine. Karena itu mereka tidak mendapatkannya lewan tontonan di televisi atau rekaman video.

Tontonan semacam itu malah bisa berefek tidak baik untuk bayi usia 8 sampai 16 bulan karena pada masa itu keterampilan bahasa mereka mulai terbentuk. Dikhawatirkan, perkembangan kosakata mereka justru malah bisa terganggu karena tontonan tersebut.

Comments