[INFO] Intip Yuk, Rutinitas Pelajar di Korea


Ada rutinitas berat yang harus dialami oleh para pelajar yang ada di Korea. Mungkin selama ini kehidupan di Korea biasanya disaksikan melalui drama atau filmnya, ternyata rutinitas para pelajarnya tidak se-asyik yang selama ini ditampilkan di layar kaca.

Para pelajar di Korea biasanya memulai rutinitas hariannya dengan bangun jam enam pagi. Mereka memulai rutintasnya dengan membaca Koran agar mendapatkan inspirasi buat menulis esai di sekolah. Setelah itu, mereka akan berangkat jam tujuh pagi, buat belajar bahasa Inggris dengan mendengarkan (listening) dan membaca (reading) selama satu jam.

Setelahnya kegiatan belajar di sekolah akan terus berlanjut hingga jam satu siang. Dan akan diberikan waktu selama satu jam buat istirahat makan siang. Setelahnya mereka melanjutkan kembali kegiatan belajar di kelas hingga tiga jam ke depan dan dilanjutkan dengan mengerjakan kuis hingga jam 5.35 sore.

Selanjutnya, mereka akan menonton siaran edukasi selama satu jam sebelum istirahat makan malam. Dan kembali belajar di sekolah hingga jam sembilan malam. Kurang lebih seperti itulah rutinitas keseharian pelajar di Korea.

Menurut laporan dari Economic cooperation and Development (OECD), pelajar Korea belajar 15 jam lebih lama setiap minggu ketimbang anak seusia mereka di Amerika Serikat.

OECD melaporkan bahwa rata-rata anak Korea, belajar di sekolah selama tujuh jam 50 menit. Sebagai perbandingan, anak-anak lain di dunia rata-rata hanya direntang waktu lima jam.



Ironisnya, meskipun memiliki rutinitas yang cukup panjang dan padat di sekolah, Tidak membuat pelajar di Korea lebih cemerlang dibandingkan negara lain. Menurut laporan OECD, nilai matematika anak Korea lebih rendah daripada teman sebaya mereka di Finlandia. Padahal siswa di Finlandia hanya belajar empat jam 22 menit setiap harinya di sekolah.

Stasiun berita Aljazeera pernah melakukan wawancara dengan salah satu pelajar asal Kora, Inchae Ryu (17 tahun). Ryu belajar selama 12 jam setiap harinya, termasuk mengerjakan pekerjaan rumah dan les Bahasa Inggris selama dua hari dalam satu pekan.

“Aku tidak punya waktu untuk memikirkan rencana masa depan. Aku bahkan tidak punya mimpi,” kata Ryu.

Menurut penelitian, belajar terlalu lama dan menguras tenaga menyebabkan anak-anak kurang tidur serta olahraga. Kondisi ini dikuatkan dengan laporan bahwa anak-anak Korea hanya olahraga selama 13 menit setiap hari. Jauh bila dibandingkan dengan anak-anak Amerika yang berolahraga selama 37 menit setiap hari di lapangan sekolah.

Comments