[INFO] Subhanallah, Spanyol Memasukan Studi Islam dalam Kurikulum Pendidikannya


Spanyol merupakan sebuah negara demokrasi dimana dulunya beberapa agama hidup berdampingan. Salah satunya adalah agama Islam yang pernah menerangi Negeri Matador  ini pada abad ke-8 M. Namun, setelah enam abad lamanya Islam pun meredup dan pasukan non muslim mulai masuk ke Spanyol.

Pada zaman ini, terorisme di dunia selalu mengatasnamakan agama Islam. Hal ini menjadikan rasa takut bagi seluruh umat di dunia dan tentunya menumbuhkan ‘fitnah’ yang amat besar bagi umat Islam. Menghadapi hal ini, pemerintah Spanyol akan menerapkan Studi Islam menjadi mata pelajaran dalam kurikulum di sekolah nasional. Hal ini untuk mencegah suburnya terorisme.

Pemerintah Spanyol bertujuan agar para siswa sekolah mendapat pemahaman Islam yang moderat. Institut Gatestone menyatakan bahwa keputusan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerukunan dalam semangat keagamaan, serta mempromosikan identitas Islam di kalangan pemuda Muslim di Spanyol.

Materi Studi Islam telah selesai disusun oleh Komite Islam Spanyol, yang kemudian telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pendidikan. Kerangka pengajaran Islam di sekolah negeri mengacu pada Pasal 27.3 Konstitusi Spanyol 1978.

Pasal tersebut berbunyi, 'Negara menjamin hak orangtua bagi anak-anaknya untuk mendapatkan pendidikan agama dan moral yang sesuai dengan keyakinan mereka.

Panduan pengajaran akan berlaku bagi pendidikan mulai dari level TK, SD, dan sekolah menengah. Persetujuan atas panduan ini telah diterbitkan pada 18 Maret yang dimuat dalam media Boletin Oficial del Estado, atau media resmi milik negara.

"Anak-anak usia prasekolah (3-6 tahun) akan belajar mengenai iman Islam, pernyataan keyakinan dalam Islam atau syahadat, yang menyatakan 'Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah'."

Sumber tersebut menambahkan anak-anak juga akan didorong untuk meniru sikap dari perilaku, serta nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Di tingkat SD (usia 6-12 tahun), panduan pengajaran akan mendorong anak-anak untuk meyakini Muhammad adalah nabi terakhir yang diutus Allah dan menempatkan Muhammad sebagai suri teladan.

Pada tingkat lanjut, anak-anak akan dikenalkan pada nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam seperti pengakuan terhadap yang lain, perbedaan, kesetaraan, hak asasi manusia, inklusi, integrasi, pendidikan lintas budaya, dialoq antar-agama, moderasi, pluralisme, kebebasan keberagamaan, tanggung jawab, dan toleransi.

Studi Islam dalam kurikulum Spanyol ini merupakan langkah awal kembali bagi, khususnya, umat Islam di Spanyol. Anak-anak akan diajarkan hal-hal dasar yang begitu penting, yang harus diketahui sejak dini. Bukan hanya mencegah tumbuh suburnya terorisme di kalangan pemuda, tetapi hal ini pun akan mengenalkan kembali bagaimana Tuhan dan Nabi Muhammad mengajarkan amalan hidup yang harus mereka pegang demi terciptanya kehidupan tenteram dan damai.

Comments