[SUPLEMEN] Manfaat Minum Kopi Dalam Kacamata Sains


Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kopi mengandung kimia yang memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Terkait dengan reseptor di otak, kafein terlihat sama dengan adenosin.

Ini berarti kafein menempel pada reseptor, menyikut adenosin. Adenosin bisa memperlambat aktivitas sel saraf saat mengikat reseptor, tetapi kafein tidak. Sehingga, senyawa kimia ini membuat konsumen menjadi lebih terjaga.

Ketika kafein akhirnya habis, ini memungkinkan adenosin yang telah terakumulasi sepanjang waktu untuk datang kembali masuk.

Kafein dapat memberikan suntikan adrenalin ke sistem. Karena sel saraf otak mempercepat kelenjar pituitari merasakan keadaan darurat dan melepaskan hormon.

Ini memberitahu kelenjar andrenal untuk menghasilkan adrenalin. Ini menjelaskan mengapa meminum secangkir kopi mungkin akan merasa gelisah dan gembira atau perasaan yang umumnya buruk jika dikonsumsi saat perut kosong.

Mengonsumsi kafein juga memberi dosis dopamin yang cukup. Dopamin adalah bahan kimia yang mengaktifkan pusat kesenangan otak dan kafein meningkatkan kadarnya dengan cara yang sama seperti heroin dan kokain.

Meskipun jelas jauh tidak kuat daripada obat-obatan Kelas A, mekanismenya sama dan ilmuwan yakin inilah yang membuat kafein kecanduan. Itu sebabnya, dalam waktu 24 jam setelah berhenti minum kopi, berbagai gejala penarikan mulai terasa, mulai dari gangguan mental sampai kelelahan otot.

Kafein dipoduksi secara alami oleh beberapa tanaman, termasuk biji kopi, guarana, yerba mate, biji kakao dan teh. Bahkan kafein juga diproduksi untuk perlengkapan mandi seperti sabun.

Penelitian menunjukan bahwa kafein bisa menjadi kekuatan untuk kesehatan yang baik dan juga buruk. Peminum kopi oranye 80 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit Parkinson.

Mengonsumsi dua cangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko kanker usus besar sebesar 20 persen, serta dapat mengurangi separuh risiko pengembangan batu empedu. Demikian dikutip dari inews.co.uk.

Comments