[RESENSI FILM] Murid5


Setiap peserta didik berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik sesuai dengan indikator-indikator standar pelayanan yang telah ditetapkan. Hal tersebut sesuai dengan mandat UU No. 23 Tahun 2014, persoalan pendidikan dasar dan menengah menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota.

Berkaitan dengan peningkatan peningkatan pelayanan pendidikan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menghadirkan film serial inspriratif berjudul “Murid5” yang bisa diakses secara langsung melalui YouTube.

Wujud dunia pendidikan Indonesia terutama di daerah terpencil kini bisa dilihat dalam serial tersebut. Serial inspiratif ini memang dibuat untuk mewujudkan pendidikan berkualitas di Indonesia. Serial ini diluncurkan oleh Tim Advokasi Program Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (PKP-SPM Dikdas).

Episode pertama dan kedua dari total 17 episode serial “Murid5” sudah bisa disaksikan di YouTube dengan akun Murid5 Series. Buat kamu yang ingin menonton, bisa langsung search nama akun tersebut.

Salah satu seri dalam film “Murid5” bercerita mengenai perkampungan di kaki gunung dengan pepohonan hijau dan sawah menghampar. Lima orang anak asyik beraktivitas, mengisi waktunya dengan karya. Satu peristiwa membuat beberapa dari mereka mendekat ke sekolah dan mendengar kabar mengejutkan: sekolahnya dianggap belum memenuhi syarat mengadakan kegiatan belajar mengajar.

Dari balik tembok sekolah itu, para anak mendengar kabar itu serta menyaksikan wajah murung kepala sekolah, guru dan anggota komite sekolah. Peristiwa ini memantik kelima anak itu bergerak bagi sekolah dan desanya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan berterima kasih atas dukungan Uni Eropa dan ADB untuk pendidikan khususnya melalui program PKP-SPM Dikdas.

“Pendidikan adalah sebuah gerakan. PKP-SPM Dikdas sebagai kerja kolaboratif memberikan contoh yang baik tentang sinergi berbagai komponen bangsa untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan secara merata dari Sabang sampai Merauke,” ujar Anis Baswedan dikutip dari Liputan6com, Jumat (10/6/2016).

Kepala Bagian Kerjasama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Franck Viault, menyatakan apresiasinya atas kolaborasi para pihak di PKP-SPM Dikdas ini. “Uni Eropa telah menunjukkan komitmennya dengan hibah senilai 37,3 juta Euro untuk 108 kabupaten/kota di 16 provinsi. Dengan pendekatan yang tepat di tangan tim yang kokoh, kita berharap program ini dapat mencapai sasarannya. Kampanye elektronik dengan film ‘Murid5’ ini memberikan optimisme. Semoga makin banyak pihak dengan strategi yang jitu bersama membangun kesadaran pentingnya pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Comments