[TIPS] 6 Langkah Menciptakan Rumah Menjadi Tempat Terbaik Pendidikan Anak Usia Dini


Bagi anak, belajar itu setiap hari, setiap saat. Sejak terlahir ke dunia, kehidupan mereka dihabiskan untuk mempelajari hal-hal baru. Tidak berarti harus belajar di lembaga pendidikan atau sekolah, lo. Untuk anak-anak usia dini—0 hingga 5 atau 6 tahun, pendidikan dari orang tua sudah lebih dari cukup.

Akan tetapi, orang tua tetap harus mengupayakan lingkungan yang mendukung. Agar proses belajar anak optimal dan bisa menjadi kebiasaan hingga kelak mereka dewasa.

Ada 6 langkah menciptakan lingkungan rumah yang kondusif untuk proses belajar dan mengajar di rumah dari tokoh pendidikan dunia Maria Montessori yang bisa kita ikuti.

Terus membaca

Penelitian hampir selalu menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir dan tumbuh dalam keluarga yang gemar membaca akan lebih sukses secara akademis. Biasakan membacakan buku untuk anak-anak di rumah. Jadikan bagian dari aktivitas sehari-hari keluarga, walau hanya 5-10 menit sehari. Kemudian, lakukan tugas membaca bergantian pada seluruh anggota keluarga, termasuk si kecil. Walau masih terbata-bata atau kadang mungkin mengarang bebas, biarkan. Ingat, tujuan kita bukan kesempurnaan, melainkan membiasakan. Jangan lupa, orang tua tetap rutin membaca buku untuk keperluan pribadi. Anak-anak tentu akan melihat dan mencontoh.

Minimalisasi kekacauan

Menyediakan terlalu banyak mainan atau buku untuk anak sekaligus hanya akan menimbulkan kekacauan. Lebih baik lakukan rotasi item terpilih setiap beberapa minggu sekali, sementara yang lainnya dijauhkan sementara dari pandangan anak. Anak-anak akan lebih optimal menyerap pengetahuan dalam situasi yang minim kekacauan dan terorganisir. Latih anak fokus pada satu hal saja pada satu waktu.

Bersih-bersih

Jangan suka meremehkan kemampuan anak kecil. Mereka sudah bisa, lo diberi tanggung jawab seperti merapikan mainan atau piring dan gelas bekas makan untuk anak usia dini yang lebih besar. Tentu saja, orang tua harus lebih dulu memfasilitasi. Misal, dengan menyediakan kotak berukuran besar agar anak mudah memasukkan semua mainan ke dalamnya. Dan tidak sebatas itu, orang tua juga bisa mengembangkan materi pelajaran. Jangan ragu menjelaskan kepada anak tentang cara meletakkan barang yang benar, membedakan barang pecah belah dan bukan, dan lain sebagainya.

Tetap dalam jangkauan

Miliki sebanyak mungkin ruang di dalam rumah yang bersahabat dengan anak. Singkirkan sementara waktu benda-benda mahal, berbahaya, atau yang mudah rusak dari jangkauan anak yang sedang dalam masa menjelajah. Sebaliknya, sediakan sebanyak mungkin fasilitas rumah tangga berukuran kecil, seperti keran yang pendek, meja dan kursi makan yang kecil, dan lain sebagainya. Cara ini membuat anak lebih cepat mandiri.

Izinkan anak-anak mencoba

Anak-anak dengan rasa ingin tahu tinggi selalu pengin ikut-ikutan. Ibu mencuci piring, anak minta mencoba. Pun demikian ketika ayah mengepel lantai. Orang tua jangan serta merta melarang. Beri kesempatan dengan cara mengerjakannya bersama atau suruhlah mereka melakukan bagian yang lebih mudah. Dengan bertambahnya keahlian, walau itu sekadar membersihkan meja kotor, rasa percaya diri anak akan tumbuh.

Tambah ilmu pengetahuan

Tentu saja, orang tua pun tidak boleh berhenti belajar. Terus perbanyak dan perbaharui ilmu pengetahuan, tentang cara mendidik anak dan tentang apapun. Semakin banyak yang Anda ketahui, semakin bagus. Menjelajah internet, menghadiri seminar, bertanya kepada mereka yang kompeten, dan lain sebagainya, akan membantu orang tua mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tahap perkembangan anak.

Comments