[TIPS] Agar Anak Senang Belajar


Anak yang malas belajar selalu beranggapan bahwa belajar seperti membaca dan menulis merupakan kegiatan yang sangat tidak menyenangkan alias seperti mimpi buruk disiang bolong. Jika ini sudah berlarut, anak semakin malas belajar dan nilainya pun semakin merosot. Untuk itu, orang tua berperan penting untuk merubah kebiasaan ini.

Dikatakan oleh, Psikolog Henni Norita, M.Psi, orangtua harus melihat perkembangan anak terlebih dahulu, jika sudah melihat perkembangan anak maka orangtua harus bisa mengetahui cara mudah agar anak bisa belajar. Misalnya usia dari 0 - 3 tahun dan 3 - 6 tahun, diusia ini anak lebih suka belajar dengan tahapan bermain.

"Sebagai orang tua nggak boleh cuek yaa dalam soal belajar takutnya nanti pada saat sekolah nilainya tidak memuaskan. Jadi kita harus melihat dulu perkembangan anak. Kalau usianya dari 0-3 tahun dan 3-6 tahun itu merupakan fase konkrit, apa yang dia lihat, dia denger, dia rasa, itu yang dia pelajari. Diusia ini agar anak suka dengan pelajaran seperti matematika, cara mengajarnya harus dengan bermain yang menyenangkan," ucap owner Hikari Montessori saat ditemui Jitunews di sebuah tempat perbelanjaan di bilangan Jakarta Pusat, kemarin.

Lebih lanjut Henni menjelaskan, jika ingin mengajarkan matematika caranya dengan bernyanyi atau menggunakan alat peraga.

"Jadi kalau mau mengajarkan anak matematika harus yang menyenangkan, seperti bermain. Misalnya, hitungan-hitungan 10 + 10 berapa itu bisa sambil nyanyi atau bisa kita sediakan alat-alat peraga, misalnya pakai sedotan atau stik ice krim dan lain-lain. Misalnya 5 + 5 ya sedotannya harus ada 10. Intinya kita mengenalkan pelajaran apapun itu harus menyenangkan jadinya kedepannya lebih mudah," katanya.

Selain itu, Henni juga mengungkapkan jika orang tua tidak boleh memaksakan dan harus tetap respect terhadap anak sehingga anak juga tidak merasa tertekan. Harus dinegosiasikan dengan anak mau berapa jam belajar.

"Jadi kita sebenarnya tidak boleh memaksakan juga. Kita harus respect sama anak, jadi anak tidak tertekan. Terus kalau misalnya dia suka kesenian dibandingkan dengan matematika mungkin bisa porsinya saja dikurangin matematika keseniannya dilebihkan. Contoh matematika dua jam kesenian bisa tiga jam atau lebih karena anak suka dengan pelajaran kesenian ini. Dinegosiasikan lagi sama anak mau berapa jam belajarnya," ujar Henni menerangkan.

Jika anak berprestasi, jangan lupa untuk memberikan reward seperti membelikan mainan atau mengajaknya nonton film kesukaannya.

Comments