[TIPS] Kapan dan Bagaimana Sebaiknya Anak Menonton TV?


Sejak tahun 1999, American Academy of Pediatrics (AAP) telah mengeluarkan rekomendasi baru mengenai tayangan televisi. Anak berusia di bawah 2 tahun tidak dianjurkan untuk menonton televisi sama sekali. Tak sedikit orangtua yang kaget dengan kebijakan tersebut. Terlebih bagi orangtua yang sibuk.

Ini bukan tanpa alasan. Sebab berbagai penelitian mendukung bahwa menonton televisi sebelum usia 18 bulan dalam jangka panjang akan berdampak buruk pada perkembangan bahasa anak, kemampuan membaca, dan memori jangka pendek. Anak pun dapat mengalami gangguan tidur dan gangguan memusatkan perhatian. Mengejutkan, bukan?

Baru-baru ini, rekomendasi tersebut diperbarui untuk mengakomodasi hasil penelitian dan kebiasaan terkini. Berikut ini adalah anjuran mengenai kapan dan bagaimana sebaiknya anak menonton TV:

  • Untuk bayi-bayi di bawah 18 bulan, tidak menonton televisi maupun tayangan sejenisnya masih merupakan hal yang terbaik. Terkecuali kunjungan virtual dengan kakek, nenek, maupun kerabat lainnya melalui video chat.
  • Anak-anak usia 15 bulan hingga 2 tahun dapat belajar kosakata baru melalui tayangan edukatif. Dengan catatan, didampingi orangtua dimana orangtua akan mengulangi apa yang disebutkan dalam tayangan, dan/atau memerhatikan apa isi tayangan tersebut.

Dengan kata lain, menganggap TV sebagai buku bergambar. Pada kelompok usia ini, jangan biarkan anak sendirian menonton TV.

  • Anak-anak usia 2-5 tahun sudah mampu menghubungkan hal-hal yang terlihat di tayangan TV dengan dunia nyata. Pada kelompok usia ini, tayangan TV edukatif dapat membantu anak dalam belajar membaca, berhitung, serta mengembangkan perilaku dan keterampilan sosial/emosional yang positif.

Durasi menonton TV yang dianjurkan pun hanya 1 jam per hari. Tentu saja dengan catatan tetap didampingi oleh orangtua.

Pada prinsipnya, menontonlah bersama anak Anda. Secara alami, anak akan belajar lebih banyak ketika menonton TV bersama dengan orangtua. Bantu anak mengerti apa yang dilihatnya dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Pilih tayangan edukatif yang memang perlu diketahui oleh anak, seperti bahasa dan matematika.

Apa pun isi tayangannya, batasi waktu menonton hanya 1 jam per hari sejak usia 18 bulan hingga 5 tahun. Ingatlah juga bahwa TV tetaplah TV, sekalipun Anda menontonnya melalui layar televisi, gadget maupun komputer.

Comments