[TIPS] Meninggalkan Anak Di Sekolah Tanpa Menangis


Masuk sekolah menjadi momen yang menyenangkan bagi si kecil karena akan menjadi pengalaman baru. Namun, tidak semua anak menikmatinya. Menangis dan merasa takut mungkin muncul ketika Mama meninggalkan anak di sekolah. Biasanya anak merasa takut dengan lingkungan baru sebab mereka sudah terbiasa berada di rumah dan bersama orangtua. Mereka akan cemas ketika orangtua tidak berada di sekeliling mereka. Berikut cara yang bisa Mama lakukan agar anak tidak menangis di sekolah.

1. Konsisten

Banyak orangtua yang menarik anak dari kelas ketika anak bereaksi negatif. Hal ini tidak boleh Mama lakukan karena tidak mengajarkan padanya untuk menghadapi tantangan dan tidak menganggap belajar itu hal yang penting. Mama hanya cukup konsisten setiap hari untuk mengantar dan jemput saja. Latih si kecil dari sebelum masuk sekolah untuk tidak perlu merasa takut dan khawatir. Saat berpisah, jangan terlalu berlama-lama mengucapkan selamat tinggal. Beritahu padanya bahwa Mama akan menjemputnya kembali. Lakukan hal yang sama dan konsisten setiap harinya.

2. Guru harus terlibat

Sebelum masuk sekolah, pastikan guru di sekolah memahami kebiasaan anak sehingga ia bisa berantisipasi untuk menghadapi si kecil. Beritahukan pada guru mengenai jadwal ke toilet, warna kesukaannya, kegiatan yang paling ia suka serta alergi apa yang anak alami. Hal ini akan membantu anak nyaman berada di sekolah.

3. Jangan menyelinap pergi

Anak akan lebih merasa takut ketika Mama tiba-tiba menghilang. Saat sampai di sekolah, jangan biarkan anak sibuk dengan Mama dan mainannya. Bantu si kecil berkenalan dengan lingkungan sekolah dan teman-temannya. Hal ini akan membantu mengalihkan pikirannya. Sebelum pergi, tak ada salahnya mencium dan memeluknya. Ini sebagai isyarat padanya bahwa ia akan baik-baik saja.

4. Jangan membanding-bandingkan

Mama tak perlu membandingkan temannya yang tidak menangis saat ditinggal oleh orangtuanya di sekolah. Mama harus menghormati proses yang dilalui si kecil sebab setiap anak punya kemampuan masing-masing. Bukan sebuah masalah anak menangis saat awal masuk ke sekolah. Ini adalah cara yang memang harus dilalui sebagai transisi. Proses ini mungkin saja memakan waktu hingga 3 bulan.

5. Siapkan barang kesayangannya

Mama bisa menyisipkan barang kesukaannya seperti jaket atau apapun. Jika tidak memungkinkan membawanya ke sekolah, Mama bisa menyiapkan bekal makanan kesukaannya. Hal ini akan membantu anak mendapatkan kenyamanan di rumah melalui barang tersebut. Cara ini mungkin hampir dilakukan oleh orangtua agar anak tidak menangis di sekolah.

Comments