[WIKI] Mengenal Pola Pendidikan dengan Metode Montessori


Montessori merupakan metode pendidikan yang ditemukan Maria Montessori sejak 100 tahun lalu. Pola pendidikan modern ini dianggap berbeda dengan gaya pendidikan saat itu dan saat ini. Apa yang membedakannya?

Pakar Montessori, Henderina Corry menjelaskan pola pendidikan di Montessori memiliki gaya belajar yang berbeda dengan sekolah lain. “Jika di sekolah lain semua ide belajar dari guru, di Montessori sebaliknya yaitu dari individu atau anak. Jadi guru mengajar saat anak ingin belajar. Misalnya, guru akan bertanya pada mereka, ‘Kamu mau belajar apa?’. Bila ingin mewarnai, barulah guru menyediakan dan mengajarkannya,” jelas Corry ditemui di Unilever Daycare 2016 di Jakarta, awal Juli lalu.

Dia menambahkan, metode belajar Montessori  ini menumbuhkan keinginan belajar dari anak-anak. Setiap anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Karena itu, jika kebanyakan dilarang akhirnya anak akan menjadi bosan dan malas belajar. “Di usia 0-6 tahun, banyak yang bisa dipelajari anak seperti practical life, cara mengancing baju, menuang air. Kelihatannya sepele, tapi ternyata banyak lo, anak yang sudah berusia 6 tahun belum bisa mengancing bajunya,” ujar Corry.

Tidak hanya itu, lanjutnya, di Montessori juga diajarkan matematika dengan cara yang kongkrit, namanya golden bit. Mereka bisa menghitung mulai dari 1 hingga 1000. Jadi cara berhitungnya pun kongkrit. Anak bisa membedakan 1 hingga 1000 dengan memegang benda sesuai jumlahnya. Begitu juga dengan belajar mengenal huruf, tidak ditulis langsung, tapi mereka melihat bendanya, cara mengucapkannya, dan diambil setiap hurufnya.

“Dengan gaya belajar Montessori akan memudahkan anak memahami hal-hal yang abstrak. Bahkan, di usia 5-6 tahun, mereka sudah bisa penjumlahan ribuan. Karena dengan belajar kongkrit, maka saat belajar semua sudah di luar kepala,” kata Corry.

Comments