[WIKI] Wahib Wahab, Sosok Promotor Pendidikan Tinggi Agama Islam di Indonesia


Semangat untuk meningkatkan pendidikan di kalangan pesantren oleh salah satu tokoh pendiri organisasi Nahdhotul Ulama (NU), KH Wahab Chasbulloh, diwarisi oleh putranya, Wahib Wahab. Saat itu, sepak terjang Wahib Wahab banyak mewarnai pola pendidikan agama semasa dia menjabat sebagai menteri agama di era pemerintahan Presiden Soekarno.

Sekira 1959-1962 Wahib Wahab ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai Menteri Agama RI. Nah, karena darah pesantren yang sangat kental, Wahib Wahab pun memikirkan upaya memajukan pendidikan agama Islam di Indonesia hingga keluarlah sejumlah kebijakan terkait pendidikan umum untuk kalangan warga NU.

Menurut Zulfikar Dawam Ikhwanto, putra salah satu murid Wahib Wahab, selama menjabat sebagai menteri agama, sang guru mempelopori berdirinya banyak lembaga pendidikan tinggi dengan nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Pertama kali adalah IAIN Wali Songo di Semarang.

"Pola fikirnya adalah adalah bagaimana agar warga NU yang notabene kalangan tradisionalis mampu memiliki pendidikan yang setara pada waktu itu. Makanya, pendidikan tinggi agama sangat penting," kata Zulfikar saat berbincang-bincang dengan Okezone, Senin (2/5/2016).

Pendirian IAIN Wali Songo inilah kemudian menjadi inspirasi berdirinya IAIN di seluruh Indonesia. Ciri khas IAIN yang diprakarsai oleh Wahib Wahab adalah menggunakan nama-nama Wali Songo seperti IAIN Sunan Ampel Surabaya yang kini menjadi UIN Sunan Ampel. Ada juga IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang juga sudah menjadi UIN. Selanjutnya, IAIN Malik Ibrahim (Malang), IAIN Sunan Kalijogo (Yogyakarta) dan lain-lain.

Zulfikar memaparkan, pendirian sejumlah lembaga tersebut turut didasari kebutuhan kalangan tradisionalis yang notabene adalah warga NU akan sebuah lembaga pendidikan tinggi. Karena mengenyam pendidikan pesantren, maka mereka umumnya mengkaji berbagai materi agama yang bersumber dari sejumlah kitab-kitab salaf atau kitab-kita kuno.

Wahib Wahab sendiri berlatar pendidikan moderat. Dia pernah menempuh studi di Merchantile institute of Singapura dan pernah belajar di Makkah.

"Saat ini banyak IAIN tersebut telah ditransformasi menjadi UIN, di era menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh. Namun koordinasinya tetap di bawah Kementerian Agama dan juga Kemristekdikti," jelasnya.

Comments