[INFO] SD Ini Membiasakan Shalat Dhuha Sebelum Memulai Pelajaran


Ratusan siswa SD Negeri 1 Cibatu Kabupaten Purwakarta ternyata memiliki kebiasaan melaksanakan shalat Dhuha sebelum memulai pelajaran. Pagi-pagi sekali mereka sudah membawa perlengkapan shalat.

Sejak 2 tahun terakhir, Pemkab Purwakarta memberlakukan kebijakan masuk sekolah jam 06.00. Sehingga, suasana SD tersebut sudah ramai sebelum jam 06.00.

Salah seorang siswa, Ali (8), siswa kelas 2 di sekolah tersebut mengaku dirinya membawa peralatan shalat. Ia mengaku gembira dapat menjalankan shalat tersebut bersama teman-temannya yang lain.

“Sama guru diminta bawa perlengkapan shalat sebelum masuk kelas," ujar Ali.

Hanya saja, usianya yang masih belia, belum mengerti maksud dan tujuan kebiasaan itu. "Enggak tahu, ikuti kata guru saja. Yang saya tahu shalat pagi itu shalat shubuh," ujarnya dengan polos.

Setidaknya, dua kali dalam seminggu para siswa ini membiasakan diri shalat dhuha sebelum memulai pelajaran.

Kartika, salah seorang guru di SD tersebut mengatakan ibadah pagi sebelum belajar, sekaligus pelajaran pendidikan agama.

"Serta memperkenalkan siswa-siswa agar terbiasa shalat di luar shalat wajib," ujar Kartika.

Adapun shalat dhuha ini juga termasuk ke dalam konsep pendidikan berkarakter yang dicanangkan Pemkab Purwakarta sejak 2008. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjelaskan alasan memberlakukan kebijakan pembiasaan tersebut dilandasi dua hal.

Pertama menurut dia, kaidah ilmu yang diperoleh secara material melalui perantara guru, alat peraga mata pelajaran, dan metoda klasikal yang selama ini dijalankan. Sementara yang kedua adalah kaidah ilmu yang diperoleh secara spiritual melalui proses transendensi yang dijalani oleh pelajar di sekolah sehingga melahirkan transformasi energi dalam ruang batin para pelajar.

“Kalau ini tidak dilakukan, maka nalar spiritual anak-anak kita tidak akan pernah bisa terasah. Kelemahan sistem pendidikan kita ini kan tidak aplikatif, jadi cara ini kami tempuh agar pelajar mampu menangkap pelajaran dalam suasana kebatinan yang nyaman," katanya.

Dedi menambahkan, terdapat dua hal yang menjadi tujuan pemberlakuan kebijakan ini. Yakni, kata dia, setiap pelajaran di sekolah harus berujung pada proses ‘tafakkur’ dan ‘tadabbur’. Sehingga ada benefit yang diperoleh pelajar dalam setiap mata pelajaran yang diterimanya.

Pembiasaan Shalat Dhuha yang dimulai pada 06.30 kata dia, memiliki nilai kerja keras karena dilakukan saat memulai aktifitas. Ia meyakini rezeki berupa ilmu akan diperoleh para pelajar Purwakarta jika konsisten menjalankan shalat dhuha.

“Iya konsisten dijalankan, karena dari rezeki ilmu itu kan kelak kita peroleh rezeki material juga. Bagi non muslim, tentu ada ruang untuk itu, silakan menjadikan pagi hari sebagai ruang kontemplatif agar diri kita siap menerima pelajaran," katanya.

Comments