[RISET] Tidak Puas Bermain, Anak Akan Lebih Cepat Bosan Belajar Saat Sekolah


Baru satu atau dua tahun duduk di bangku SD, tapi anak terlihat seperti sudah bosan belajar? Mungkin jawabannya karena mereka terlalu cepat mendapatkan pelajaran akademik. Selain bermain, banyak preschool yang saat ini juga sudah mengajarkan baca-tulis kepada balita. Ternyata, hal ini tidak selalu menguntungkan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa anak yang terlalu cepat mendapat pelajaran akademik dapat membahayakan perkembangannya dalam jangka panjang. Menurut para peneliti, terlalu dini belajar formal dapat merugikan perkembangan anak. Saat mereka masuk SD dan belajar sendiri secara mandiri serta memiliki tanggung jawab lebih besar, anak justru tidak mampu melakukannya.
Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak preschool lebih siap belajar saat di TK daripada teman sebayanya yang tidak preschool. Namun, saat kelas dua SD, anak yang tidak preschool justru memiliki kinerja lebih baik. Anak-anak yang sebelumnya preschool berbasis akademik justru memiliki sikap negatif di sekolah dan kebiasaan belajar yang lebih buruk. Umumnya, mereka terlihat seperti sudah bosan belajar.

Dari hal tersebut bisa disimpulkan bahwa anak seharusnya dibiarkan bermain sepuasnya hingga benar-benar memasuki usia sekolah. Karena bermain adalah ‘pekerjaan’ anak. Mereka mendapatkan pelajaran dengan berlarian, membuat bangunan, berimajinasi, mendaki, mendongeng, menjelajahi, berpura-pura dan bernyanyi. Begitulah cara anak membangun fondasi untuk keterampilan akademis yang sangat penting saat besar nanti.

Erika Christakis, seorang pendidik anak usia dini, dalam bukunya The Importance of Being Little: What Preschoolers Really Need From Grownups menjelaskan, “Bermain adalah dasar kognitif manusia, kesehatan emosional, dan perilaku sosial. Bermain meningkatkan memori dan membantu anak-anak mempelajari masalah matematika di kepala mereka, bagaimana cara menentukan giliran, mengatur insting mereka, dan mendapat kosakata baru.”

Amanda Morgan, pelatih dan kosultan masa kanak-kanak, setuju dengan pendapat tersebut. Orangtuas sebaiknya jangan terburu-buru menyuruh anak untuk belajar lebih cepat atau belajar mengikuti gaya orang dewasa. Menurutnya, dasar-dasar pembelajaran hidup dibangun melalui permainan dan pengalaman, jadi jangan sampai anak melewati proses tersebut.

Comments