[WIKI] Beginilah Tradisi Hari Pertama Sekolah di Dunia


Senin, 18 Juli para siswa bersiap mulai bersekolah setelah libur panjang. Khusus bagi siswa baru, baik di tingkat TK, SD, SMP, atau SMA, hari pertama sekolah menjadi momen yang menarik. Dari mulai pakai seragam baru, berebut bangku, sampai kenalan dengan teman baru.

Ternyata, euforia hari pertama sekolah tidak hanya terjadi di Indonesia, lho! berbagai tradisi berbeda di hari pertama sekolah juga terdapat di negara lainnya. Disitat dari Kid World Citizen, berikut ini kebiasaan siswa saat kembali ke sekolah.

1. Inggris

Berdasarkan pengalaman seorang siswa bernama Becky yang pernah bersekolah di sana, baik sekolah negeri maupun swasta, tidak ada tradisi atau perayaan khusus dalam menyambut hari pertama sekolah. Di awal minggu, para siswa langsung dihadapkan dengan rutinitas kelas. Menurut dia, tidak ada yang menarik pada hari pertama sekolah. Sekolah di Inggris ingin para siswanya langsung fokus dengan pelajaran. Adapun tahun ajaran dimulai pada minggu pertama September dan berakhir di pertengahan Juli.

2. Jepang

Salah satu siswa bernama Arisa menceritakan, hari pertama sekolah di Jepang biasanya dimulai dengan kenalan dengan teman kelas. Kemudian, para siswa dikumpulkan di aula untuk bertatap muka dengan seluruh guru. Di Jepang, siswa SD biasanya tak punya seragam resmi. Tetapi, seragam berlaku untuk sekolah tingkat SMP dan SMA. Arisa menambahkan, rata-rata ada 40 siswa di setiap kelas. Para siswa sebelum mulai sekolah akan membeli perlengkapan sekolah masing-masing. Namun, untuk buku biasanya disediakan oleh sekolah secara gratis.

Sedangkan seorang guru bernama Yayoi menuturkan, sekolah memiliki cara untuk menyambut hari pertama sekolah yang dimulai pada awal April setiap tahunnya. Biasanya di aula kepala sekolah memberikan pidato untuk menyemangati siswa agar semangat sekolah. Kemudian pidato dilanjutkan oleh siswa senior atau biasa diwakili oleh ketua OSIS. Upacara penyambutan diakhiri dengan menyanyikan lagu sekolah bersama.

3. Turki

Siswa bernama Ayse mengungkapkan, tahun ajaran sekolah dimulai pada pertengahan September di hari Senin. Saat hari pertama sekolah, menurut dia, setiap siswa akan mengenakan seragam baru. Siswa juga membawa bunga untuk diberikan kepada guru. Di awal sekolah, pelajaran belum dimulai. Ayse menambahkan, di hari pertama sekolah tidak banyak perayaan yang dilakukan. Perayaan justru banyak dilakukan di akhir tahun ajaran.

4. Arab Saudi

Pelajar bernama Nawaf menceritakan, hari pertama sekolah di Arab Saudi akan dirayakan secara besar-besaran oleh sekolah. Selama tiga hari berturut-turut, siswa berkesempatan untuk menjalin persahabatan dengan teman baru untuk tahu satu sama lain. Sedangkan para guru akan membawa bunga dan makanan untuk muridnya. Pada masa itu tidak ada pelajaran sama sekali sehingga siswa hanya melakukan berbagai aktivitas untuk melakukan banyak hal.

Sekolah juga akan menyediakan buku, pulpen, pensil, dan alat tulis lainnya bagi para siswa. Di sekolah dasar, terdapat 20 sampai 30 siswa per kelas. Siswa laki-laki akan mengenakan gamis yang merupakan pakaian tradisional karena tidak ada seragam sekolah resmi. Sekolah siswa laki-laki dan perempuan sendiri terpisah.

5. Amerika Serikat (AS)

Seorang guru bernama Sara mengungkapkan, tidak ada perayaan spesial untuk menyambut hari pertama sekolah. Kendati demikian, setiap siswa merasa antusias untuk datang di hari pertama sekolah. Siswa di sekolah swasta tidak perlu memakai seragam sehingga biasanya mereka sudah menyiapkan terlebih dahulu pakaian apa yang akan dikenakan. Sebagian bahkan sengaja membeli baju baru bersama orangtuanya.

Sedangkan guru lain bernama Marie menuturkan, di tingkat SMA sekolah akan memamerkan tim sepak bola berikut pemandu soraknya. Para guru juga akan mengikuti permainan atau tantangan di depan para siswa. Tahun ajaran di AS dimulai pada awal Agustus dan berakhir di pertengahan Juni.

6. Bulgaria

Seluruh penduduk kota menikmati hari pertama sekolah. Pelajar bernama Ani menceritakan, memasuki tahun ajaran baru anak-anak akan membawakan bunga untuk sang guru dan ada beragam kegiatan, mencakup menyanyi, pidato, pembacaan puisi, menari, dan permainan lainnya. Permainan bersifat konyol dilakukan untuk membangun kerjasama siswa, dan mengenal satu sama lain. Sekolah perlu untuk melakukan hal tersebut agar siswa memiliki teman sebelum memulai pembelajaran di kelas.

7. Indonesia

Mulai tahun ini sendiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan telah mengeluarkan larangan masa orientasi siswa (MOS) yang berlebihan. Tak akan ada lagi pemandangan siswa baru yang memakai berbagai atribut, seperti kuncir rambut lebih dari dua, topi dari karton, pita warna-warni, dan lain sebagainya. Bahkan, orangtua diimbau untuk mengantarkan putra-putrinya di hari pertama sekolah.

Comments